Foto Pesepak bola klub Paris St Germain Lionel Messi bersama keluarganya saat berlibur ke Riyad, Arab Saudi. Handout via REUTERS Jakarta, CNBC Indonesia - Pemain sepakbola legendaris Lionel Messi baru-baru ini membuat keputusan mengejutkan, yakni dengan bergabung dengan klub MLS, Inter Miami. Menurut kabar yang beredar, Messi akan menandatangani kontrak selama dua tahun di Inter Miami dan punya opsi sampai tahun 2026. Meski sampai saat ini belum ada tanda tangan kontrak antara kedua belah pihak, tapi sudah banyak muncul pertanyaan mengenai berapa nominal gaji yang diterima Messi di klub dari Amerika Serikat itu? Mengutip DetikSport, belum ada angka resmi berapa gaji Lionel Messi. Namun dilansir dari ESPN, kabar dari media lokal, Miami Herald, Messi nantinya dipastikan turut menerima bonus bagi hasil pendapatan dari Adidas, Apple, dan dari MLS Season Pass. Patut diingat, MLS punya aturan ketat soal pembatasan gaji pemain. Itu bertujuan, agar neraca keuangan klub tetap sehat. Messi rumornya menerima gaji antara US$125 juta sampai US$ 150 juta selama total dua tahun di Inter Miami. Jika dikonversi ke Rupiah maka sekitar Rp 1,8 triliun sampai Rp 2,2 triliun. Angka tersebut belum termasuk bonus yang akan diterima, namun diyakini besaran bonus-bonus yang akan diterima La Pulga tidak akan tinggi-tinggi amat angkanya. Sebagai pembanding, pendapatan bersih Messi selama di PSG adalah US$ 45 juta per tahun atau setara Rp 670 miliar dan belum termasuk bonus. Tapi sekali lagi, angka-angka tersebut masih sebatas rumor. Angka itu pun nyatanya masih jauh di bawah tawaran klub Arab Saudi, Al Hilal yang berani bayar gaji Messi per musim sebesar Rp 6 triliun dan belum termasuk bonus. Akan tetapi, Messi sudah menyatakan kalau dirinya tidak peduli soal uang. Messi cuma mau di klub barunya nanti, dirinya dan keluarganya bahagia. "Jika ada masalah soal uang, saya akan memilih ke Arab Saudi atau ke tempat lain. Itu jelas ada banyak uang, dan faktanya keputusan saya didasari hal lain dan bukan soal uang," terang Messi dalam wawancaranya dengan Mundo Deportivo baru-baru ini. [GambasVideo CNBC] pgr/pgr
Semenjakadanya di platform Aruna ini, nelayan yang sebelumnya memiliki pendapatan minimal Rp 1.100.000/bulan sekarang dapat memiliki pendapatan minimal Rp 3.500.000/bulan dan maksimum Rp 15.000.000/bulan. Aruna juga berperan aktif dalam memberdayakan wanita yang sebagian besar adalah istri dari para nelayan dengan membuka lapangan pekerjaanTemukanlowongan kerja Aruna Indonesia terbaru bersama Glints! ️Info peluang karir di Aruna Indonesia ️20.000+ Perusahaan. Glints: Career Discovery without Limits
LoginAruna is a fisheries e-commerce platform focused on helping to develop coastal economy by creating a fair and transparant fisheries trade through technology PusatIndonesiaSitus Untuklebih tahu apa saja yang termasuk perusahaan FMCG, maka berikut di bawah ini simak daftar perusahaan FMCG dengan gaji tertinggi: 1. Unilever Indonesia. Siapapun pasti sudah tak asing dengan nama perusahaan yang satu ini. Ada banyak sekali produk kebutuhan harian yang dibuat oleh Unilever. JAKARTA, - Startup yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan, Aruna, menghimpun pendanaan terbaru dari investor eksisting seiring dengan keberhasilan perusahaan mencetak pertumbuhan hingga 86 kali di tengah pandemi. Dalam hal ini, Aruna mendapatkan suntikan modal senilai 5,5 juta dollar AS sekitar Rp 81 miliar dari East Ventures, AC Ventures, dan SMDV guna mendukung rencana perusahaan ini memperkuat basis komunitas mitra nelayan perusahaan dengan memperluas jangkauan operasional, peningkatan produktivitas nelayan lewat pelatihan dan edukasi tentang kualitas dan standardisasi produk. Aruna saat ini telah bekerja sama dengan ribuan mitra nelayan di 31 lokasi pesisir di Indonesia, yang tersebar dari Sumatra hingga juga Dorong Pertumbuhan UMKM di Sektor Pertanian, Kemenkop UKM Gandeng 8 Startup Dalam hal ini, Aruna membantu menyalurkan produk perikanan dan hasil laut nelayan Indonesia ke pasar ekspor di Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Utara, dan Timur Tengah serta mendistribusikan ke pasar domestik di berbagai kota dan Naufal Aslam, Indraka Fadhillah, dan Utari Octavianty mendirikan Aruna pada 2016. Ketiga lulusan Telkom University Bandung tersebut merintis Aruna untuk menciptakan ekosistem perdagangan ikan dan hasil laut yang berkelanjutan dan adil dengan memanfaatkan teknologi. “Platform perdagangan elektronik membuat penjualan produk hasil laut dan perikanan lebih adil dan transparan, serta memotong mata rantai perdagangan ikan yang selama ini tidak efisien. Aruna berencana mendukung usaha pemerataan ekonomi dengan menjangkau lebih banyak titik pesisir di berbagai wilayah Indonesia,” kata CEO dan Co-Founder Aruna Farid Naufal Aslam dalam keterangan resminya, Rabu 12/8/2020. Sementara itu Willson Cuaca, Co-founder and Managing Partner of East Ventures menuturkan, selama pandemi pendapatan Aruna pada semester I/2020 tumbuh 86 kali dibanding semester I-2019. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. ghQ1Cun.