MaknaKematian Yesus dalam Iman Kristiani. Sabtu, 23 Maret 2013 17:20. Editor: Oleh : Pdt Eben Ezer Sihombing STh, Pendeta HKBP Resort Sulawesi Utara. Distrik Indonesia Bagian Timur ( I B T ) Minggu ini umat Tuhan diseluruh dunia akan memasuki minggu " Passion ",: Peringatan akan sengsara dan kematian Tuhan Yesus ( Jumat Agung).
LENGKONG, - Berikut renungan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kamis, 26 Mei 2022 tentang mengapa Dia harus naik ke Surga? Untuk renungan Katolik tentang Kenaikan Yesus Kristus Tuhan ini kita berpatokan kepada sebuah pertanyaan, mengapa Yesus harus naik ke surga? Bukankah Dia adalah penyelamat yang akan menyelamatkan manusia dari dosa, menyelamatkan manusia dari kuasa si jahat dan menolong manusia di bumi ini? Baca Juga 13 Link Download Twibbon Kenaikan Tuhan Yesus 2022, Isa Almasih Diangkat ke Surga Sebuah renungan penting bagi kita adalah ada pesan dan makna yang sangatlah mendalam atas peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus ke Surga. Tentang kenaikan Tuhan merupakan sebuah misteri ilahi yang mana peristiwa itu secara nyata disaksikan oleh para muridNya yang mana Dia naik dan terangkat ke surga. Jika kita telaah dalam injil harian sejak masa paskah ini dalam injil Yohanes disana dilakukan secara jelas dan terus menerus akan semua peristiwa pasca kebangkitan Yesus dari Kubur atau yang sering kita sebut sebagai pesta paskah. Baca Juga 11 Ucapan Hari Raya Kenaikan Isa Almasih 26 Mei 2022, Yesus Diangkat ke Surga Ada pesan serta nasehat yang begitu banyak yang Yesus sampaikan kepada para muridNya. Berikut renungan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kamis, 26 Mei 2022 mengapa Dia harus naik ke Surga. Merupakan sebuah pertanyaan yang menyertai kita dalam merayakan pesta ini dan itu harus dijawab dari sisi makna kenaikan sang Isa Al-Masih ke surga. Pertama, Yesus naik ke surga supaya Dia menyediakan tempat dan kita bisa menempatinya kelak usai kita beralih dari dunia fana ini. Baca Juga Hari Kenaikan Isa Almasih 26 Mei 2022, Ini Pesan dan Pernyataan Yesus Sebelum Naik Ke Surga Bahwasannya manusia akan mati dan akan pergi meninggalkan dunia ini dan kembali kepada sang khalik. Kematian merupakan sesuatu yang pasti. Kita sendiri tidak dapat menghela dari sebuah peristiwa kematian. Terkini
PengisytiharanNabawi Untuk Hari Ini; Hajat Dan Petikan Harian; Ayat Alkitab Hari Ini; Doa Harian Anda; Kebaktian Harian Dolar Creflo; Teman wanita dalam Kebaktian Tuhan; iBelieve Truth: Satu Kebaktian untuk Wanita; menu 4. Kebaktian MFM; Billy Graham Devosi & Khutbah; Bacaan Misa Harian Katolik; Insight For Today Devotional; David Ibiyeomie Proses Pemakaman Jenazah Naskah khutbah jumat berikut ini membahas tentang kematian terbaru. Dimana orang yang sudah meninggal akan minta dihidupkan lagi untuk bersedekah. Khutbah jum’at singkat ini tentang orang sudah meninggal akan meminta dihidupkan kembali untuk bersedekah. Khutbah ini menunjukkan begitu besarnya pahala dalam bersedekah. Khubah jumat singkat ini cocok disampaikan kepada jamaah sebagai renungan agar berbuat lebih baik lagi. Khutbah jumat juga tersedia format file PDF. Untuk mendapatkan file PDF sangat mudah, Anda cukup sentuh link download yang ada di akhir teks atau halaman terakhir. BACA Cara Download File PDF Tiga alasan mengapa menggunakan teks khutbah jumat yang disediakan oleh situs Pertama, layout yang simpel dan praktis berbentuk landscape dua kolom yang bisa dipotong menjadi dua bagian. Kedua pada durasi yang cukup, tidak terlalu pendek atau terlalu panjang. Durasi dibuat sesuai pada umumnya. Kelebihan ketiga yaitu terdapat file PDF yang bisa Anda download dengan mudah. Berikut ini teks khutbah jumat singkat tentang kematian lengkap dengan khutbah pembuka dan penutup bahasa arab. Semoga bermanfaat.. Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari Klik JOIN NOW PERHATIAN! Kami mengijinkan pengunjung mengambil teks khutbah ini dengan syarat tetap mencantumkan nama penulis dan sumber. Apabila ingin menguploud ulang repost agar menambahkan backlink di awal paragraf. BACA HALAMAN BERIKUTNYA.. Halaman 1 2 3 4 5 Pos terkaitTeks Khutbah Jumat PDF Tentang Haji Tiga Tanda Haji Mabrur B. IndonesiaContoh Khutbah Jumat Terbaru PDF Tentang Kematian Keadaan di Alam Barzakh B. IndonesiaTeks Khutbah Jumat Terbaru PDF Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Dzulqadah B. JawaTeks Khutbah Jumat Terbaru PDF Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Dzulqadah B. IndonesiaKhutbah Jumat Akhir Bulan Dzulqa’dah Bersiap Menyambut Idul Adha B. JawaKhutbah Jumat Akhir Bulan Dzulqa’dah Bersiap Menyambut Idul Adha B. Indonesia DalamYohanes 11, kita membaca tentang hal yang dikatakan Yesus kepada Marta, seorang sahabat dekat-Nya yang sedang berduka atas kematian saudara laki-lakinya. Dia berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (ayat 25,26 ). Untuk setiap "hari ini" yang diberikan kepada kita Evanindo Agama Tuesday, 24 May 2022, 0910 WIB Pada tahun 2022, memperingati turunnya Roh Kudus untuk perayaan hari Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus ke surga pada hari ke-40 setelah Kebangkitan-Nya akan jatuh pada Kamis tanggal 26 Mei 2022. Hari Kenaikan Yesus selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah Hari Paskah/Kebangkitan Yesus yang selalu jatuh pada hari Minggu, atau 10 hari sebelum Hari Pentakosta/Hari Pencurahan Roh Kudus, yang juga selalu jatuh pada hari Minggu. Hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga adalah Hari Raya Kristen yang sangat penting untuk kita peringati, sebab hari kenaikanNya tersebut adalah bagian integral dari siklus hidup dan pelayanan Tuhan Yesus. Sebagimana dilansir dari situs Renungan Harian Katolik, bacaan liturgi pada Hari Raya Kenaikan Tuhan, Kamis tanggal 26 Mei 2022 adalah sebagai berikut, Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 11-11, Mazmur Tanggapan Mazmur 472-3,6-7,8-9, Bacaan Kedua Efesus 117-23, Bacaan Injil Lukas 2446-53 serta warna liturgi adalah putih. Perayaan Kenaikan Tuhan merupakan peringatan Kenaikan Yesus ke surga. Hari tersebut merupakan salah satu perayaan ekumenis dirayakan secara universal dari gereja-gereja Kristen. Hari Kenaikan secara tradisional dirayakan pada hari Kamis, hari keempatpuluh setelah Paskah sesuai dengan Kisah Para Rasul 13, meskipun beberapa denominasi Kristen memindahkan perayaan tersebut pada hari Minggu berikutnya. Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga tidak dirayakan semeriah Hari Natal maupun hari peringatan-peringatan lainnya. Meskipun demikian, Hari Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus ke surga ini juga merupakan momen penting bagi umat Katolik. Empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun, dekat Yerusalem. Disana Yesus berjanji kepada pengikut-pengikut-Nya bahwa mereka akan menerima Roh Kudus. Ia menyuruh mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai Roh Kudus turun atas mereka. Kemudian Yesus memberkati mereka dan kemudian naik ke surga. Peristiwa kenaikan Yesus ini dikisahkan di Lukas 2450-51 dan Kisah Para Rasul 19-11. Lukas menuliskan bahwa kenaikan Tuhan Yesus tersebut merupakan satu kesatuan dengan kematian dan kebangkitanNya. Hal itulah yang ditulisnya, menjadi latar belakang dari kisah kenaikan tersebut. Lukas tidak hanya menulis penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus, tetapi sampai pada hari Ia terangkat. Kepada muridnya dan kepada kita semua Yesus telah membuktikan bahwa Ia hidup. Selama 40 hari lamanya Yesus menampakan diri didepan murid-muridnya dan berbicara mengenai kerajaan Allah. Selain itu, Yesus juga membuktikan bahwa Ia telah bangkit karena hanya orang yang telah bangkit yang dapat masuk ke surga. Tanpa kebangkitan tidak akan ada kenaikan. Yesus bukan saja bangkit dari kubur, sesuatu yang belum dimiliki oleh pendiri-pendiri agama lain. Tapi lebih dari situ, Dia juga telah naik ke surga. Tidak hanya itu, di dalam ayat 9 kita membaca “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka”. Jadi, kita membaca bahwa Tuhan Yesus terangkat “sesudah Ia mengatakan demikian”. Mengatakan apa? Jawaban tersebut ada pada ayat 8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi Saksiku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Dengan perkataan lain, pesan atau perintah terakhir yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebelum kenaikanNya ke surga adalah agar menjadi saksiNya. Dengan jelas, tertulis di Alkitab, bahwa kenaikan Yesus itu secara sungguh-sungguh terjadi apa adanya, dengan tubuh fisik-Nya kembali ke surga. Dia naik dari tanah secara perlahan-lahan dan terlihat jelas; disaksikan oleh banyak orang. Murid-murid yang sedang menatap ke langit berusaha melihat Yesus naik ke surga, sampai awan menutupi Dia dari pandangan mereka. Dua malaikat muncul dan berjanji bahwa Yesus Kristus akan kembali “sama seperti ketika kamu melihat-Nya naik ke surga” Kis 111. Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga mengingatkan kembali tentang misi kita sebagai umat Katolik di dunia ini, mewartakan kerajaan Allah. Terkadang kita terlena akan indahnya kehidupan duniawi sehingga melupakan kewajiban kita sebagai umat Katolik. Dengan adanya hari peringatan ini, kiranya kita kembali sadar dan membenahi kehidupan rohani dan spiritualitas kita masing-masing. harikenaikanisaalmasih Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Agama Terpopuler Tulisan Terpilih TuhanYesus beberapa kali memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan mati selama tiga hari tiga malam (Mat 12:40). Pada hari yang ketiga Ia akan bangkit kembali (Mat 16:21; 17:23; 20:19; Luk 9:22; 18:33; 1 Kor 15:4). Beberapa teks lain mencatat bahwa kebangkitan terjadi setelah hari ke-3, bukan pada hari ke-3 (Mar 8:31; Mat 12:40
Apr 16, 2014 in church Jumat Agung sudah kita lewati bersama. Di Jepang, perayaan Jumat Agung tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jumat Agung dirayakan pada malam hari setelah jam kantor usai, karena di Jepang tidak ada hari libur Jumat Agung. Jadilah saya hari Jumat tanggal 18 April yang lalu cepat-cepat menuju ke Gereja Karunia Grace Chapel yang berada di Takadanobaba Tokyo. Saya berangkat dari Laboratorium Penelitian di Kampus pada pukul dan tiba kurang lebih lima belas menit sebelum acara kebaktian dimulai pukul setengah delapan malam. Hujan rintik-rintik mengiringi perjalanan saya menuju ke Gereja. Untunglah hujan tidak turun deras karena saya lupa tidak membawa payung. Saat tiba di Gereja, orang-orang yang saya kenal sudah terlebih dahulu tiba di Gereja dan mempersiapkan diri untuk kebaktian. Kebaktian Jumat Agung kemudian dimulai tepat waktu dan berakhir kurang lebih pukul setengah sepuluh. Di tengah ibadah, disediakan perjamuan kudus dan dibagikan bagi semua jemaat yang hadir. Pembagian roti dan anggur cukup memakan waktu karena banyak sekali jemaat yang hadir, bahkan banyak yang akhirnya duduk di atas karpet karena tidak mendapatkan kursi. Di perjamuan kudus itulah saya merasakan sekali lagi berkat dan kasih Allah yang begitu melimpah bagi saya lewat kematian Kristus. Kematian Yesus dan Kehidupan Kita Kematian Yesus dan Kehidupan Kita Kematian Kristus sudah kita peringati setiap tahunnya. Terlepas dari masih banyaknya orang yang tidak percaya akan kematian Yesus, apakah kita yang sudah percaya sudah berusaha memberitakannya? Adakah kita yang sudah percaya berbeda dengan orang-orang yang belum percaya? Adakah perbedaan yang ditimbulkan kematian Kristus dan kehidupan kita? Kematian Yesus dan kebangkitan Yesus membuat kehidupan murid-murid awal berubah seratus delapan puluh derajat. Dari yang sebelumnya ragu jadi percaya. Dari yang tadinya pengecut jadi berani pantang mati. Dari yang tadinya kecewa dan sedih, menjadi gembira sorak sorai. Dari yang tadinya mengurung diri dalam rumah, menjadi semangat memberitakan kabar baik keselamatan dari Allah. Kematian Yesus dan kehidupan kita Adakah kehidupan kita berubah setelah mempercayai kematian Yesus? Adakah orang bisa melihat perubahan dalam diri kita? Adakah kita memberitakan kematian dan kebangkitan Yesus lewat seluruh tingkah laku dan kehidupan kita? Jumat Agung kembali kita jalani. Jumat yang agung karena karya keselamatan Allah yang dikerjakan dalam Yesus sungguh agung dan tak ternilai harganya. Tapi, adakah kita sudah merasakan keagungan Jumat Agung itu? Adakah kita sudah berubah seperti murid-murid pertama yang mengetahui kematian dan kebangkitan Yesus? Kematian Yesus dan kehidupan kita. Kita harus berubah setelah mempercayai kematian Yesus. Video Kematian Yesus dan Kehidupan Kita Sumber Gambar Sumber Video Youtube Jesus is the Victorious Ever-Present God by Refresh Ministries Recommended for you
Adabanyak orang yang mengenang jasa dan kebaikannya. Tuhan selalu mengobati rasa rindu. Kematian memang menyedihkan dan menyakitkan. Sepi hati ini ketika mengingat bahwa dia sudah tidak ada lagi. Namun, segala sesuatu selalu ada hikmahnya. Tuhan bukanlah sosok yang kejam yang membiarkan luka itu terus terbuka. Kematian Yesus Bukti kasih, keadilan dan kuasa-Nya Lukas 23 44-49 1. Tanda-tanda ajaib sekitar salib Yesus Kegelapan total pada siang hari; tabir bait Allah yang terbelah dua. Ayat 44+45 2. Sikap dan kuasa Yesus dalam kematian-Nya. Ayat 46 3. Reaksi orang-orang sekitar salib Yesus. Ayat 47-49
\n\nkhotbah hari kematian tuhan yesus

Yohanes12:20-36 Pada Jumat Agung kita memperingati penyaliban Yesus Kristus dan kematianNya di Golgota. Dan kita patut bersyukur sebab negara kita menyediakan satu hari libur khusus bagi orang Kristen untuk memperingati kematian Yesus Kristus. Sebenarnya peringatan kematian Yesus bukan hanya pada hari Jumat Agung atau Good Friday (bhs. Inggris) tetapi setiap kali kita mengikuti Perjamuan []

LENGKONG, - Sajian khotbah Katolik Minggu, 26 Maret 2023 Yesus adalah kebangkitan kisah Lazarus sebuah gambaran nyata yang harus kita pelajari. Bacaan Injil untuk sajian khotbah Katolik Minggu 26 Maret 2023 untuk kita hari ini adalah Yohanes 111-45. Melalui kisah Injil dan khotbah Katolik Minggu 26 Maret 2023 hari ini kita semakin diberikan menyadari makna dibalik kisah Lazarus dibangkitkan dari kematiannya dan hidup kembali. Baca Juga Bacaan Misa Minggu 26 Maret 2023 Lengkap Bacaan Injil, Bacaan Pertama, dan Kedua Ada seorang pemuda, ketika menyaksikan kematian teman terdekatnya sangat takut dan trauma. Ia takut dengan kematian dan ingin hidup menjauh dari kematian itu. Namun, siapa sangka tidak lama setelh itu kembali ia harus hadapi kenyataannya, bapaknya meninggal dunia. Tentu ini membuat traumanya semakin puruk. Sehingga suatu ketika ia mendengarkan sebuah isi kitab suci tentang kematian. "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan," tepatnya pada Filipi Pasal 121. Baca Juga Bacaan Misa Sabtu 25 Maret 2023 Hari Raya Kabar Sukacita Lengkap Bacaan Injil Dari sini ia menelusuri bahwa kenyataannya menjadi orang percaya seharusnya tidak perlu takut dalam menghadapi kematian. Sajian Injil khotbah Katolik Minggu 26 Maret 2023 hari ini mengajak kita semua untuk jangan pernah takut dalam menghadapi kesulitan termasuk kematian. Sebab, hidup dalam Tuhan Yesus sendiri kita akan dijamin oleh kebangkitan-Nya yang mulia dan penuh kuasa. Hari ini kita diberikan sebuah gambaran oleh Yesus bagaimana jika kita menaruh iman dan percaya akan kuasa kebangkitan Yesus. Baca Juga Renungan Katolik Jumat, 24 Maret 2023 Bacaan Injil Gagal Melihat Perbuatan Baik Yesus Lazarus yang dibangkitkan dan hidup kembali merupakan sebuah gambaran hidup baru dalam Tuhan Yesus. Terkini
Dikutipdari buku Merayakan Keragaman: Infografis, Mengenal Lebih Dekat Agama di Indonesia yang ditulis oleh Ibn Ghifarie (2018: 99), Jumat Agung adalah hari kematian Yesus Kristus di kayu salib yang diperingati di hari Jumat sebelum hari Paskah (Minggu). Adapun untuk memperingati Jumat Agung, diadakan kebaktian dan khotbah Jumat Agung 2022.
Ilustrasi khotbah makna Jumat Agung. Foto UnsplashKhotbah Makna Jumat Agungilustrasi berdoa di gereja pada Jumat Agung. Foto PixabayKepolosan Yesus dan kesalahan manusia. Semua orang sepertinya tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan mereka juga menyadari kesalahan mereka ini adalah tentang kematian yang tidak bersalah untuk yang bersalah. Jadi pertama kita harus mengerti bahwa Yesus tidak bersalah dan kedua kita harus mengerti bahwa kita bersalah. Dan akhirnya, kita harus memahami apa artinya orang yang tidak bersalah akan mati untuk yang tidak bersalah. Sekilas tentang kehidupan Yesus mengungkapkan bahwa dia tidak berdosa. Sejak usia dua belas tahun Kitab Suci memberitahu kita bahwa Yesus "dipenuhi dengan hikmat dan perkenanan Allah ada padanya."Setan sendiri tidak dapat membuat Yesus berbuat dosa, bahkan dengan pencobaan-pencobaannya yang satu pun dari Injil melaporkan kesalahan apa pun di pihak Yesus. Dan kepada orang-orang Yahudi yang menentangnya, Yesus mengajukan pertanyaan ini, "Siapakah di antara kamu yang meyakinkan aku akan dosa?" dan dia tidak mendapat tidak menemukan kesalahan dalam diri Yesus. Herodes tampaknya tidak menemukan kesalahan pada Yesus. Penjahat di kayu salib tahu bahwa Yesus tidak layak untuk Korintus 521, ''Demi kita, Ia membuatnya menjadi dosa yang tidak mengenal dosa."Ibrani 415, dalam berbicara tentang Yesus, imam besar kita, "Karena kita tidak mempunyai imam besar yang tidak dapat bersimpati dengan kelemahan kita, tetapi dia yang dalam segala hal telah dicobai seperti kita, namun tanpa dosa." Ilustrasi gereja. Foto PixabayKita telah melihat surat-surat Yesus kepada ketujuh gereja di Asia Kecil dalam Kitab Wahyu. Setiap surat berisi tiga elemen dasar pujian atas kesetiaan mereka, teguran atas ketidaksetiaan mereka dalam beberapa kasus, dan janji bagi mereka yang bertahan. Pujian, teguran, dan kepada jemaat di Laodikia tidak memuat pujian. Yesus tidak memiliki sesuatu yang membesarkan hati untuk dikatakan. Sementara gereja-gereja lain setidaknya sebagian setia kepada Yesus di kota-kota mereka, gereja ini sepenuhnya berasimilasi dengan budaya kota mereka. Yesus telah datang untuk menyelamatkan hubungan itu. Dia datang untuk melakukan percakapan Jumat Agung—sebuah datang dengan wawasan yang benar-benar benar "Tuliskan kepada malaikat gereja di Laodikia Inilah perkataan Amin, saksi yang setia dan benar, penguasa ciptaan Allah" Wahyu 314. Yesus datang dengan kasih yang dalam "Orang-orang yang kukasihi, Aku menegur dan menghajar. Karena itu bersungguh-sungguhlah dan bertobatlah" ayat 19.Seperti apa percakapan dengan seseorang yang mengetahui kebenaran tentang kita dan pada saat yang sama mencintai kita? Itu adalah percakapan Jumat Agung yang mengubah hidup, menyelamatkan hubungan. Terkadang Jumat Agung terasa berat karena apa yang harus kita lihat—Yesus di Kayu Salib. Jumat Agung mungkin sulit karena apa yang harus kita dengar. Air mata dan kebenaran mungkin keluar. Dan kita mungkin kembali ke cinta pertama kita."Aku tahu perbuatanmu, bahwa kamu tidak dingin atau panas. Aku ingin kamu salah satu atau yang lain! Jadi, karena kamu suam-suam kuku—tidak panas atau dingin—aku akan memuntahkanmu dari mulutku" ay. 15-16.Di sini Yesus mendiagnosa kondisi rohani yang sebenarnya dari gereja di Laodikia. Dia telah mengamati hidup mereka, kata-kata mereka, hubungan mereka, sikap mereka, kehidupan doa mereka, selera mereka, imajinasi mereka, kehidupan publik mereka, aliran uang mereka, dan dia menyimpulkan "Kamu seperti air suam-suam kuku. Dan sebenarnya , hidupmu membuatku jijik; pilihanmu membuatku ingin muntah dan muntah. Kondisi spiritualmu membuat perutku mual." Bisakah Juruselamat yang pengasih mengatakan ini? Hanya Juruselamat yang pengasih yang dapat mengatakan berharap umat Kristen Laodikia dingin atau panas. Apa maksudnya? Nah, metafora itu ambigu. Mungkin maksudnya adalah lebih baik bagi seseorang untuk langsung menolaknya—menjadi dingin—daripada berpura-pura mencintainya dengan cara yang suam-suam kuku. Ada sesuatu yang bisa dikatakan untuk ini. Tapi dia juga bisa mengacu pada persediaan air di tidak memiliki persediaan air alami dan harus menyalurkan semua air mereka melalui pipa. Pasokan air dingin datang dari Kolose, 11 mil ke timur. Air dingin ini menyegarkan untuk diminum. Pasokan air panas mereka berasal dari mata air panas di Hierapolis, enam mil ke utara. Air panasnya bisa mencapai 95 derajat dan memiliki dampak penyembuhan dan yang terjadi jika Anda harus menyalurkan air dingin atau air panas dari jarak bermil-mil jauhnya? Sepanjang jalan, dibutuhkan suhu hari itu. Pada saat mencapai Anda, tidak cukup dingin untuk diminum, dan tidak cukup panas untuk sembuh. Air telah berasimilasi dengan udara di sekitarnya. Air dingin tidak menyegarkan lagi; air panas tidak menenangkan lagi."Aku tahu perbuatanmu," kata Yesus, "bahwa kamu tidak dingin atau panas." Mereka telah benar-benar berasimilasi dengan iklim lokal mereka dan bukan merupakan sumber penyegaran bagi yang lelah secara spiritual maupun penyembuhan bagi yang sakit secara 2745Dalam rangka memperingati hari Kesengsaraan Tuhan kita Yesus Kristus, khususnya seminggu terakhir ini, secara pribadi kembali saya merenungkan apa yang Tuhan Yesus telah perbuat bagi saya. Dengan penuh beban saya ingin membagikan kepada kita apa yang saya peroleh melalui perenungan satu ayat, yakni Matius 2745. Sebuah ayat yang begitu menarik perhatian saya, “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Dalam teks bahasa Yunani kata “daerah” yang dipakai itu adalah “ge” yang bisa berarti land atau negeri; juga bisa berarti earth atau bumi. Jadi, “Mulai dari jam dua belas kegel¬apan meliputi seluruh bumi itu sampai jam tiga.”Ada pengajaran-pengajaran penting yang boleh kita timba dalam peristiwa kegelapan selama tiga jam itu. Saya rindu membicarakan dua hal dalam peristiwa kegel¬apan yang menaku¬tkan observasi objektif, sesungguhnya kegelapan merupakan fenomena alamiah yang terjadi di muka bumi ini. Namun sepanjang sejarah umat manusia, sejak penciptaan Allah atas langit dan bumi ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegelapan yang meliputi bumi pada siang hari pukul hingga pukul tiga adalah tidak pernah terjadi. Bagi saya, kegelapan selama tiga jam itu merupakan suatu mukjizat. Mukjizat ini terjadi sebagai deklarasi tindakan kehendak Allah yang independen atas alam semesta Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan urutan siang dan malam, namun pada hari itu dalam peristiwa penting tersebut Ia telah sisipkan kegelapan pekat pada siang hari. Suatu kejadian yang tidak biasa. Suatu mukjizat besar yang terjadi pada saat kesengsaraan adalah suatu hal yang biasa, lumrah bagi manusia. Kematian tidak mencengangkan kita, baik itu terjadi pada seorang bayi, kanak-kanak balita, remaja, pemuda, atau orangtua. Upacara penguburan atas orang-orang yang meninggal pun, baik itu dilangsungkan secara besar-besaran atau kecil-kecilan, juga bukan merupakan suatu hal yang menakjubkan kita. Namun, hanya ada satu kesengsaraan, kematian yang luar biasa, yakni Anak Allah harus mati. Kematian ini sungguh melampaui segala ekspektasi alam semesta dan umat manusia. Yesus, Anak Allah yang setara dengan Allah dan yang adalah Allah itu sendiri digantung pada salib dan mati. Kegelapan pekat yang mencekam di tengah hari bolong itu harus menemani peristiwa kematian sarjana Alkitab yang tidak mengakui adanya mukjizat beranggapan bahwa sebenarnya kegelapan tersebut hanya karena adanya gerhana matahari. Untuk memberikan sanggahan, kita perlu merenungkan bahwa kegelapan itu bukan saja di luar urutan alamiah, tetapi juga mengungkapkan suatu ketidakmungkinan. Mengapa? sebab kita tahu bahwa perayaan hari Pasah diselenggarakan pada waktu bulan purnama. Perayaan ini terjadi pada antara bulan Maret dan April, yaitu Bulan Nisan dalam pentarikhan Yahudi. Dari pelajaran science jelas dikatakan bahwa adalah tidak mungkin terjadi gerhana matahari pada saat bulan purnama. Maka tak diragukan lagi bahwa hal ini terjadi karena mukjizat dari Tuhan sendiri.
pOIVAu.
  • oit1bw148w.pages.dev/317
  • oit1bw148w.pages.dev/201
  • oit1bw148w.pages.dev/322
  • oit1bw148w.pages.dev/339
  • oit1bw148w.pages.dev/393
  • oit1bw148w.pages.dev/367
  • oit1bw148w.pages.dev/340
  • oit1bw148w.pages.dev/376
  • oit1bw148w.pages.dev/389
  • khotbah hari kematian tuhan yesus